Menyelami Hutan Mangrove Angke: Surga Hijau di Balik Kemeriahan Jakarta

taman wisata mangrove angke

Di antara hiruk pikuk kota Jakarta, ada sebuah oase hijau yang menawarkan ketenangan dan kesejukan. Tempat ini adalah Taman Wisata Mangrove Angke, sebuah kawasan ekowisata yang terletak di pesisir utara Jakarta.

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, pasti sudah tidak asing lagi dengan Taman Wisata Mangrove Angke. Taman ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

Taman Wisata Mangrove Angke memiliki luas sekitar 99 hektar dan dikelola oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara. Di taman ini, terdapat berbagai jenis pohon mangrove, seperti api-api, bakau, dan Rhizophora. Selain itu, ada juga berbagai jenis burung, reptil, dan ikan yang hidup di kawasan ini.

Taman Wisata Mangrove Angke memiliki beberapa fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung, seperti jembatan kayu, menara pandang, dan gazebo. Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk menyusuri sungai yang membelah kawasan ini.

Taman Wisata Mangrove Angke merupakan tempat yang ideal untuk belajar tentang ekosistem mangrove dan pentingnya menjaga lingkungan. Taman ini juga merupakan tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.

Taman Wisata Alam Angke: Oase HIdup di Tengah Ibukota

Taman Wisata Alam Angke adalah oase kehidupan di barat daya Provinsi DKI yang kian terhimpit oleh pembangunan. Keberadaan kawasan ini bak kepingan surga yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan bakau.

Sejarah Taman Wisata Alam Angke

Taman Wisata Alam Angke berawal dari Cengkareng Drainage Project yang diinisiasi pada tahun 1991. Proyek tersebut bertujuan untuk menyelamatkan kawasan di muara Sungai Angke dari banjir rob dan juga mengendalikan air hujan untuk mengalir ke pesisi utara.

Seiring berjalannya proyek, ditemukanlah potensi kawasan Cengkareng sebagai kawasan ekowisata. Hal ini tidak lepas dari peran para mahasiswa dan aktivis lingkungan yang turut terlibat dalam proyek.

Letak dan Akomodasi

Taman Wisata Alam Angke terletak di Duri Angke, Kecamatan Cengkareng, Provinsi DKI. Luas kawasan ini adalah 99,82 hektar dengan mayoritas didominasi oleh hutan bakau.

Menuju ke Taman Wisata Alam Angke dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau angkudan Umum. Bagi pengendara pribadi, Anda dapat mengambil jalurTol dalam_kota (Cawang-Grogol-Tomang) dan dilanjutkan ke Jalan Daanmogot menuju arah barat.

Begitu juga dengan angkudan Umum, Anda dapat menaiki angkudan KRL arah Serpong dan turun di Stasiun Rawa Buaya. Dari stasiun, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek atau angkudan Umum.

Keanekaragaman Hayati

Taman Wisata Alam Angke menjadi ekosistem yang kaya dan beragam. Berbagai tumbuhan bakau tumbuh subur di kawasan ini, di antaranya adalah pohon bakau Avicennia, pohon bakau Sonnerartia, dan pohon bakau Bruguiera.

Beberapa hewan liar juga dapat ditemukan di Taman Wisata Alam Angke, di antaranya adalah burung, reptilia, dan mamalia. Dari sekian spesies tersebut, yang menjadi primadona adalah burung dara, elang bahnaran, dan monyey ekor Panjang.

Aktivitas Wisata di Taman Wisata Alam Angke

Taman Wisata Alam Angke menawarkan beragam aktivitas yang dapat dinikmmati oleh para pengujung. Beberapa di antaranya adalah:

  • Berkeliling dengan perah
  • Berkemah
  • Memanah
  • MenembaK
  • Atletik
  • Futsal
  • Sepak Bola
  • Voli Pasir
  • Karawitan
  • Tari
  • Pementasan Teater

Harga tiket dan jam opersional

Taman Wisata Alam Angke dibuka untuk Umum, pukul 7 pagi - 6 petang. Sedangkan untuk biaya tiket, saat ini dikenakan biaya sebesar 25.000.

Manfaat Taman Wisata Alam Angke

Kehadiran Taman Wisata Alam Angke membawa manfaat yang signifikan untuk kawasan sekitarnya. Di antaranya adalah:

  • Mencegahan banjir rob
  • Sebagai area resapan air hujan
  • Menyediakan udara bersih
  • Membantu menjaga keanekaragaman hayati
  • Sebagai paru-paru Ibukota
  • Menyedikan kawasan rekrreasi dan edukasi

Konversi lahan dan Ancaman Lingkungan

Meskipun Taman Wisata Alam Angke ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, ancaman perusakan lingkungan tidak dapat dihindari. Konversi lahan menjadi perumahan dan kawasan Industri menjadi ancaman yang nyata.

Oleh sebab itu, peran Pemerintah dan Masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan ini menjadi hal yang mutlak diperlukan.

Upayah Pemerintah

Pemerintahan DKI, dalam hal ini Dinas Kehynan, gencar mendatukan aksi penanaman pohon bakau sebagai upaya pencegahan terkikisnya kawasan ini. Selain itu, juga diadakan pelatihan ekowisata untuk merperkenalkan dan mengedukasikan manfaat hutan mangrove.

Upayah Masyarakat

Masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian Taman Wisata Alam Angke dengan cara:

  • Berkunjung ke hutan mangrove untuk mengenal dan mencintai lingkungan
  • Menerima edukasi mengenai hutan mangrove
  • Menyebarluakan info mengenai hutan mangrove
  • Melaporkan dugaan perusakan hutan mangrove
  • Mengajak Pemerintah untuk lebih serius dalam menjaga kawasan ini

Konklus

Taman Wisata Alam Angke adalah kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati dan manfaat. Keberadaan kawasan ini menjadi paru-paru Ibukota yang menyediakan udara bersih dan resapan air hujan.

Taman Wisata Alam Angke juga menjadi kawasan reareasi yang strategis. Agar kawasan ini dapat terpeliha dengan maksimal, peran Pemerintah dan Masyarakat menjadi hal yang tidak telepaskan.

Tanya dan jawab:

  • Apakah Taman Wisata Alam Angke dibuka untuk Umum? Tentu, Taman Wisata Alam Angke dibuka untuk Umum dengan biaya tiket yang relatif terjangkau.

  • Aktivitas apa yang dapat dinikmmati di Taman Wisata Alam Angke? Di Taman Wisata Alam Angke, Anda dapat menikmati beragam aktivitas, di antaranya berkeliling dengan perah, memanah, berolahraga, dan lain sebagainya.

  • Apakah Taman Wisata Alam Angke menyediakan akomodasi? Tidak, Taman Wisata Alam Angke tidak menyediakan akomodasi. Anda dapat menginap di penginapan atau hotel yang tersedia di kawasan sekitarnya.

  • Bagaimana cara menuju Taman Wisata Alam Angke? Taman Wisata Alam Angke dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau angkudan Umum. Bagi pengendara pribadi, Anda dapat mengambil jalurTol dalam_kota (Cawang-Grogol-Tomang) dan dilanjutkan ke Jalan Daanmogot menuju arah barat. Bagi Anda yang naik angkudan Umum, Anda dapat menaiki angkudan KRL arah Serpong dan turun di Stasiun Rawa Buaya. Kemudian, dapat dilanjutkan dengan ojek atau angkudan Umum.

  • Apakah Taman Wisata Alam Angke menyediakan fasilitas untuk pengunjung? Taman Wisata Alam Angke menyediakan beragam fasilitas untuk pengunjung, di antaranya adalah musala, gazebo, menara peng觀望, dan area permainan anak-nak.

Post a Comment for "Menyelami Hutan Mangrove Angke: Surga Hijau di Balik Kemeriahan Jakarta"